Minggu, 19 Januari 2014

Bromo

Bromoooooo kami datang ..

Konon pada jaman dahulu kala ketika kerajaan majapahit mengalami serangan dari berbagai daerah penduduk pribumi kebingungan untuk mencari tempat tinggal hingga pada akhirnya mereka terpisah menjadi 2 bagian yan pertama menuju ke gunung Bromo dan yang kedua menuju Bali. Ke 2 tempat ini sampai sekarang mempunyai 2 kesamaan yaitu sama -sama menganut kepercayaan beragama Hindu.
Disebut suku Tengger di kawasan Gunung Bromo, Nama Tengger berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger itu. “Teng” akhiran nama Roro An-”teng” dan “ger” akhiran nama dari Joko Se-”ger” dan Gunung Bromo sendiri dipercaya sebagai gunung suci. Mereka menyebutnya sebagai Gunung Brahma. orang Jawa kemudian menyebutnya Gunung Bromo.
Di sebuah pertapaan, istri seorang Brahmana / Pandhita baru saja melahirkan seorang putra yang fisiknya sangat bugar dengan tangisan yang sangat keras ketika lahir, dan karenanya bayi tersebut diberi nama ” JOKO SEGER “.
Di tempat sekitar Gunung Pananjakan, pada waktu itu ada seorang anak perempuan yang lahir dari titisan dewa. Wajahnya cantik dan elok. Dia satu-satunya anak yang paling cantik di tempat itu. Ketika dilahirkan, anak itu tidak layaknya bayi lahir. Ia diam, tidak menangis sewaktu pertama kali menghirup udara. Bayi itu begitu tenang, lahir tanpa menangis dari rahim ibunya. Maka oleh orang tuanya, bayi itu dinamai Rara Anteng.
Dari hari ke hari tubuh Rara Anteng tumbuh menjadi besar. Garis-garis kecantikan nampak jelas diwajahnya. Termasyurlah Rara Anteng sampai ke berbagai tempat. Banyak putera raja melamarnya. Namun pinangan itu ditolaknya, karena Rara Anteng sudah terpikat hatinya kepada Joko Seger.
Suatu hari Rara Anteng dipinang oleh seorang bajak yang terkenal sakti dan kuat. Bajak tersebut terkenal sangat jahat. Rara Anteng yang terkenal halus perasaannya tidak berani menolak begitu saja kepada pelamar yang sakti. Maka ia minta supaya dibuatkan lautan di tengah-tengah gunung. Dengan permintaan yang aneh, dianggapnya pelamar sakti itu tidak akan memenuhi permintaannya. Lautan yang diminta itu harus dibuat dalam waktu satu malam, yaitu diawali saat matahari terbenam hingga selesai ketika matahari terbit. Disanggupinya permintaan Rara Anteng tersebut.
Pelamar sakti tadi memulai mengerjakan lautan dengan alat sebuah tempurung (batok kelapa) dan pekerjaan itu hampir selesai. Melihat kenyataan demikian, hati Rara Anteng mulai gelisah. Bagaimana cara menggagalkan lautan yang sedang dikerjakan oleh Bajak itu? Rara Anteng merenungi nasibnya, ia tidak bisa hidup bersuamikan orang yang tidak ia cintai. Kemudian ia berusaha menenangkan dirinya. Tiba-tiba timbul niat untuk menggagalkan pekerjaan Bajak itu.
Rara Anteng mulai menumbuk padi di tengah malam. Pelan-pelan suara tumbukan dan gesekan alu membangunkan ayam-ayam yang sedang tidur. Kokok ayam pun mulai bersahutan, seolah-olah fajar telah tiba, tetapi penduduk belum mulai dengan kegiatan pagi.
Bajak mendengar ayam-ayam berkokok, tetapi benang putih disebelah timur belum juga nampak. Berarti fajar datang sebelum waktunya. Sesudah itu dia merenungi nasib sialnya. Rasa kesal dan marah dicampur emosi dan pada akhirnya Tempurung (Batok kelapa) yang dipakai sebagai alat mengeruk pasir itu dilemparkannya dan jatuh tertelungkup di samping Gunung Bromo dan berubah menjadi sebuah gunung yang sampai sekarang dinamakan Gunung Batok.
Dengan kegagalan Bajak membuat lautan di tengah-tengah Gunung Bromo, suka citalah hati Rara Anteng. Ia melanjutkan hubungan dengan kekasihnya, Joko Seger. Kemudian hari Rara Anteng dan Joko Seger menjadi pasangan suami istri yang bahagia, karena keduanya saling mengasihi dan mencintai.
Pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, maksudnya “Penguasa Tengger Yang Budiman”. Nama Tengger diambil dari akhir suku kata nama Rara Anteng dan Jaka Seger. Kata Tengger berarti juga Tenggering Budi Luhur atau pengenalan moral tinggi, simbol perdamaian abadi.
Dari waktu ke waktu masyarakat Tengger hidup makmur dan damai, namun sang penguasa tidaklah merasa bahagia, karena setelah beberapa lama pasangan Rara Anteng dan Jaka Tengger berumahtangga belum juga dikaruniai keturunan. Kemudian diputuskanlah untuk naik ke puncak gunung Bromo untuk bersemedi dengan penuh kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa agar karuniai keturunan.
Tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa semedi mereka akan terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo, Pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya dan kemudian didapatkannya 25 orang putra-putri, namun naluri orang tua tetaplah tidak tega bila kehilangan putra-putrinya. Pendek kata pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka, kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita kawah Gunung Bromo menyemburkan api.
Kusuma anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api dan masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib :”Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orang tua kita dan Hyang Widi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Hyang Widi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji yang berupa hasil bumi dan di persambahkan kepada Hyang Widi asa di kawah Gunung Bromo. sampai sekarang Kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.
Begitulah sejarah Gunung Bromo semoga cerita ini menjadi budaya yang tak terlupakan, dan sampai sekarang Gunung Bromo menjadi tempat yang paling indah meski di selimuti banyak misteri.

Info trip : 082245666488 |085648502437

@JTwisata

Air terjun Madakalipura

Madakaripura



 Ingatan kita tentu akan langsung tertuju pada sosok pahlawan besar yang mampu menyatukan Nusantara di bawah satu bendera gula kelapa Majapahit yakni Maha Patih Gajah Mada. Wilayah ini memang dulunya merupakan sebuah tanah perdikkan yang diberikan Majapahit kepada Gajah Mada karena jasa-jasanya yang besar bagi kejayaan Majapahit.
Air terjun Madakaripura sendiri berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di desa Sapih, kcamatan Lombang kabupaten Probolinggo. Kendaraan pribadi jadi pilihan paling tepat untuk mencapai lokasi air terjun karena letaknya yang jauh dari jalan utama. Perjalanan dari jalan raya menuju air terjun cukup melelahkan karena kondisi jalan yang cukup buruk. Kita akan sampai di pos pemeriksaan setelah mengarungi jalanan berbatu dengan jurang di sisi kanan dan tebing tinggi di sisi kiri selama hampir 15 hingga 20 menit. Di pos ini terdapat fasilitas yang cukup lengkap mulai dari parkir mobil dan motor, kamar mandi dan toilet, hingga warung-warung penjual makanan. Kita akan dibuat terkagum-kagum melihat air terjun yang mengalir di antara dua dinding tebing bebatuan. Tebing-tebing ini seolah berusaha mencegah sinar matahari menembus ke bawah. Suasana menjadi temaram, ada kesan magis yang terasa ketika kita berada di antara dua tebing menjulang dan air selembut kapas yang berjatuhan. Suasana yang sangat tenang dihiasi suara air juga menambah suasana syahdu. Ada banyak rasa yang tak terungkap. Meski saat kaki melangkah, seluruh katup indra sepenuhnya terbuka. Menggali legenda yang tersimpan rapat di balik tanaman yang menghampar dan gemuruh air terjun yang berdiri bak pilar raksasa.
Nama Madakripura,  terkait sangat erat dengan sejarah panjang Kerajaan Majapahit di masa kejayaannya, Hayam Wuruk dan Gajah Mada berhasil menyatukan bumi Nusantara yang membentang dari Wanin hingga Madagaskar. Gajah Mada yang lihai dalam strategi, diplomasi, dan perang, berhasil meruntuhkan kepercayaan raja-raja Nusantara di masa itu, sehingga mereka mau berucap janji setia dalam naungan Surya Majapahit. Seperti apa sepak terjang Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara memang masih menjadi sebuah misteri karena bigitu sedikitnya literatur dan sumber yang membahas mengenai hal tersebut.
Madakaripura sendiri  berarti “tempat  tinggal terakhir” Pengunaan nama ini diambil dari kepercayaan masyarakat sekitar yang mengatakan, disinilah Gajah Mada melewati masa akhir hidupnya. Beberapa sumber dan literatur mengatakan bahwa setelah peristiwa Perang Bubat dimana seluruh rombongan dari kerajaan Sunda Galuh terbantai  Gajah  Mada di copot dari jabatanya sebagai mahapatih di Majapahit. Tragedi Perang Bubat telah melukai begitu banyak pihak dan berdampak sangat luas. Prabu Hayam Wuruk terluka karena cintanya yang sedang mekar tiba-tiba dihadapkan pada maut. Keluarga Raja Majapahit terluka karena akar sejarahnya yang begitu dekat dengan Sunda Galuh mendadak dipangkas dengan paksa. Sunda Galuh adalah pihak yang paling terluka, bukan saja karena harga diri yang dilecehkan tanpa ampun, melainkan juga karena semangat perdamaian, harapan, dan kepercayaan mereka terhadap Majapahit dinodai hingga titik paling hitam.
Bagaimana dengan Gajah Mada? Gajah Mada ditempatkan sebagai pihak paling bersalah atas tragedi itu. Ia dihujat, dicaci, dan dicela. Namun, sesungguhnya sang legendaris ini juga merasa terluka. Ia terluka karena merasa kerja kerasnya selama dua puluhan tahun lebih pada akhirnya tak ada harganya sama sekali. Segala pengorbanan yang ia berikan untuk dapat menyatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah panji-panji Majapahit justru gagal di langkah terakhir.
Namun, tak peduli betapapun kecewa Gajah Mada mendapati kenyataan cita-citanya tak terwujud secara sempurna, ia tetap bersalah telah menyebabkan ratusan orang terbantai. Ia bersalah telah mengubah lengkung janur kuning menjadi ratap perkabungan. Gajah Mada pun harus menerima hukumannya. la dihempaskan dari dhamparkepatihan dan harus melewati hari tua di Madakaripura, sebuah tempat terpencil dan jauh dari segala ingar-bingar urusan duniawi. Ia menenggelamkan diri dalam kesunyian dan terus berdoa pada Sang Pencipa, sampai akhirnya, ia meninggal dunia dalam kesunyian yang tiada tara. Disaksikan butiran-butiran abadi air terjun yang memantulkan cahaya matahari dan menciptakan pelangi, tangga warna dari Nirwana. Air yang turun deras dan memantulkan bianglala ini kemudian dikenal sebagai air suci ‘Tirta Sewana’. Air ini, dipercaya memiliki kelebihan luar biasa sehingga bisa menyembuhan orang sakit dan bisa membuat kita awet muda.
Di luar mitos ini, Madakaripura dikenal sebagai tempat wisata alam terbuka yang menonjolkan daya tarik air terjun dengan ketinggian sekitar 200 meter. Air terjun ini berkumpul di relung sempit dengan diameter 25 meter. Kawasan wisata ini berada sekitar 620 meter diatas permukaan air laut, dan terletak di kawasan Tengger, tak jauh dari Bromo. Tak heran jika beberapa travel agent yang menyiapkan Bromo sebagai daerah tujuan, biasanya juga menyisipkan Madakaripura sebagai tempat tujuan wisata.
Sumber di Madakaripura menyebut, sebenarnya ada lima air terjun di kawasan ini. Dengan gamblang kita bisa melihat tiga air terjun yang ada. Sementara dua lainnya, mesti dicari karena tersembunyi di balik air terjun yang lain. Sementara di tengah tebing, di balik air terjun yang paling besar, terdapat rongga menganga yang melintang secara horisontal. Penduduk setempat percaya, di lubang inilah Sang Patih Gadjah Mada biasa duduk diam, bersemedi dalam keheningan rasa.
Di kawasan wisata ini memang ada aliran Sungai dengan banyak Batu Besar berserakan di aliran sungai itu.Sebenarnya dengan mengikuti aliran sungai itu secara Alami akan memandu pengunjung menuju ke lokasi air terjun Madakaripura. Karena aliran sungai itu berpusat pada air terjun tersebut. Pada  musim penghujan, pengunjung dilarang turun dan mendekat ke air terjun. Daerah ini rawan banjir dan longsor dan harus puas menikmati pemandangan di sekitar lokasi air terjun  saja tanpa bisa melihat air terjun Madakaripura. Air terjun itu sendiri berada cukup jauh dan tersembunyi di balik bukit dan batu-batu Tebing yang cukup tinggi.

Rabu, 01 Januari 2014

Paket Bromo - Kawah Ijen 3hr 2mlm



Paket JTwisata
www.JTwisata.blogspot.com

Paket Bromo - Kawah Ijen 3hr 2mlm
Harga paket 950rb/orng
Biaya 950rb adalah biaya bila kuota kumulatif peserta tercapai minimal 6 orang, jika kurang:
  • 5 orang———–>> biaya 999rb/ orang
  • 4 orang———–>> biaya 1.140rb/ orang
  • 3 orang———–>> biaya 1.375rb/orang
Fasilitas
  1. Transportasi mobil AC selama wisata
  2. Penginapan 1 kamar isi 3 di Bromo 1 malam
  3. Tiket ke tempat-tempat kunjungan wisata
  4. Dokumentasi foto  (copy file)
  5. Sewa Jeep di bromo
  6. Makan 5 kali
  7. Aqua dan makanan ringan selama wisata
  8. P3K
  9. Fee Local guide
  10. Fee tour leader dari JTwisata
Tempat Yang dikunjungi
  1. Blue Fire di Kawah Ijen (jika sampe puncak sebelum jam 2 pagi)
  2. Sunrise di Kawah Ijen
  3. Air Terjun Belerang
  4. Penanjakan sunrise Bromo
  5. Lautan pasir berbisik Bromo
  6. Savana/bukit teletubbies Bromo
  7. Pura Bromo
  8. Patung Singa Bromo
  9. Air terjun Madakaripura
  10. Pusat oleh oleh Probolinggo
Jadwal Kegiatan
peserta diharapkan siap di surabaya sebelum jam 19.00
Hari ke-1
  • 19.00-02.00 Perjalanan dr surabaya Ke start point pendakian kawah ijen + makan malam
Hari ke-2
  • 02.00-04.00 Pendakian ke puncak kawah ijen
  • 04.00-05.00 Menikmati keindahan Blue Fire di penambangan belerang
  • 05.00-07.00 Sunrise di kawah ijen
  • 07.00-08.00 Melihat kegiatan penambang belerang tradisional
  • 08.00-10.00 Kembali ke start poin pendakian/ sarapan
  • 10.00-12.00 mandi atau bersih2 diri
  • 12.00-13.00 Makan siang
  • 13.00-13.30 Perjalanan ke air terjun belerang
  • 13.30-14.00 Kegiatan di air terjun belerang
  • 14.00-20.00 Perjalanan menuju Bromo
  • 20.00-21.00 Makan Malam
  • 21.00-03.00 istirahat
hari ke-3
  • 03.00-05.00 Bangun Pagi dan menuju penanjakan bromo/sunrise
  • 05.00-07.00 Menuju savana/bukit teletubbies
  • 07.00-08.00 Kegiatan di savana/ bukit teletubies
  • 08.00-09.00 kegiatan di Pasir berbisik dan patung singa
  • 09.00-11.00 Kegiatan di kawah bromo dan pura
  • 11.00-12.00 Sarapan dan bersih bersih diri
  • 12.00-13.00 Menuju air terjun madakaripura
  • 13.00-15.00 Makan siang dan kegiatan di air terjun madakaripura
  • 15.00-19.30 Perjalanan kembali ke surabaya/malang
  • 19.30Perpisahan
*Jadwal Acara tidak mengikat, tergantung situasi di lapangan
Contak person:
082245666499
085648502437  (Whatsaap)
Pin : 54c30a45


Biaya yang tidak termasuk :
  1. Tiket perjalanan dari kota asal sampai meeting point Kota Malang/Surabaya
  2. Obat2 an pribadi atau makanan minuman yg tidak termasuk dalam paket
Ketentuan Peserta :
  1. Usia peserta minimal 12 tahun.
  2. Ketika trip dalam kondisi yang sehat dan prima karena kegiatan tracking sangat menguras tenaga.
  3. tidak mempunyai riwayat penyakit yang membahayakan bagi diri sendiri atau orang lain.
  4. Pembatalan dikarenakan kuota tidak terpenuhi akan ada pengembalian uang DP 100%.
  5. Pembatalan dari pihak peserta minimal 20 hari sebelum hari H kita kasih kesempatan rescedule, jika tidak diambil maka uang DP hangus.
  6. Panitia berhak menentukan penginapan selama wisata, dengan melihat kondisi di lapangan.
  7. Panitia berhak membatalkan trip dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, dan uang DP peserta akan dikembalikan 100%.
  8. Semua peserta yang sudah booking dan ikut trip JTwisata, dianggap mengerti dan menyetujui semua ketentuan di atas, dan tidak melakukan tuntutan yang berlebih.

Semeru Summit



Paket JTwisata
www.JTwisata.blogspot.com


Ranu Kumbolo adalah sebuah danau di Gunung Semeru dan berada di ketinggian 2.400 mdpl. Pemandangan danau paling indah adalah ketika matahari terbit yang terlihat di celah bukit.
Ketika malam tiba, Ranu Kumbolo akan menghadirkan langit dengan taburan bintang. Begit menengok ke langit, tampaklah lautan bintang yang menakjubkan.
Puncak Mahameru, Gunung tertinggi di Pulau Jawa. Kawahnya yang dikenal dengan sebutan Jonggring Saloka berada di sebalah selatan puncak Mahameru. Setiap 15-20 menit menyemburkan asap vulkanik disertai dentuman yang menggelegar. Momen ini sering dimanfaatkan pendaki untuk berfoto-foto selain berfoto di samping sang saka Merah Putih.
Hamparan pasir serta bebatuan berserakan di atas puncak. Di sebelah selatan tampak terlihat laut selatan pesisir Lumajang, di sisi utara terlihat pegunungan Tengger serta Bromo, agak ke barat Anda juga melihat bentuk mungil Gunung Arjuna dan Welirang. Sementara, di sisi Barat ada Gunung Kawi dan Panderman.
Paket Trip Ranukumbolo + Semeru 3h2m harga 1.500rb/orng
harga minimal 6 orang jika kurang dr 6 orang:
5 orang —–> 1.500rb
4 orang —–> 1.745rb
3 orang —–> 2.195rb
2 orang —–> 2.745rb
Fasilitas:
  1. Transportasi mobil AC dari Malang ke Ranu Pane
  2. Fee Porter lokal yang berpengalaman
  3. Tenda untuk menginap di Ranu Kumbolo
  4. Makan 6 kali
  5. Aqua kopi panas dan susu hangat
  6. Dokumentasi
  7. Tiket masuk ke area wisata (exlude tiket untuk kamera dan alat rekam)
Peserta diharapkan sudah siap di start point kota Malang sebelum jam 7 pagi
Hari Pertama.
  • 08.00-11.00 : Registrasi di malang, makan dan Persiapan perjalanan menuju tumpang-Ranu pani regristrasi, makan siang dan mulai pendakian menuju Ranu Kumbolo
  • 15.30-16.30 : Makan dan istirahat di Ranu Kumbolo
  • 16.30-23.00 : Perjalanan menuju Kalimati dan Archapada
  • 23.00-…:Istirahat
Hari Kedua
  • 02.00-08.00 : Mendaki Gunung Semeru dan melihat Sunrise serta foto2
  • 08.00-14.00 : Perjalanan Menuju Ranu Kumbolo, istirahat
Hari Ketiga
  • 05.00-06.30 : Sunrise di Ranu Kumbolo
  • 06.30-11.00 : Makan dan perjalanan menuju Ranu Pane
  • 11.00-14.00 : Menuju Kota Malang
*Jadwal Acara tidak mengikat, tergantung situasi di lapangan
Contak person:
085648502437 | 085648594899 (Whatsaap)
Pin : 763D9124 | 75A7BF7C


Biaya yang tidak termasuk :
  1. Tiket perjalanan dari kota asal sampai meeting point Kota Malang/Surabaya
  2. Obat2 an pribadi atau makanan minuman yg tidak termasuk dalam paket
Ketentuan Peserta :
  1. Usia peserta minimal 12 tahun.
  2. Ketika trip dalam kondisi yang sehat dan prima karena kegiatan tracking sangat menguras tenaga.
  3. tidak mempunyai riwayat penyakit yang membahayakan bagi diri sendiri atau orang lain.
  4. Pembatalan dikarenakan kuota tidak terpenuhi akan ada pengembalian uang DP 100%.
  5. Pembatalan dari pihak peserta minimal 20 hari sebelum hari H kita kasih kesempatan rescedule, jika tidak diambil maka uang DP hangus.
  6. Panitia berhak menentukan penginapan selama wisata, dengan melihat kondisi di lapangan.
  7. Panitia berhak membatalkan trip dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, dan uang DP peserta akan dikembalikan 100%.
  8. Semua peserta yang sudah booking dan ikut trip JTwisata, dianggap mengerti dan menyetujui semua ketentuan di atas, dan tidak melakukan tuntutan yang berlebih.